Via Vallen Melakukan Prosesi Siraman sebelum Menikah. Apa Sih Isi Acara Siraman?

 
Gambar dari Instagram/Via Vallen 


Contoh teks pranatacara terbaru.com - Pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi memang mengundang perhatian. Selain acara pernikahan tersebut tidak tertutup, juga diliput oleh media mainstream. Salah satu media yang mensponsori adalah televisi swasta Indosiar yang menyiarkan prosesi pernikahan kedua artis itu secara langsung.

Prosesi pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi yang bisa disaksikan tidak hanya saat ijab atau saat prosesi adat, namun prosesi pra pernikahan juga bisa disaksikan di layar televisi. Masyarakat secara luas bisa turut melihat jalannya acara prosesi pra pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi dari awal hingga akhir. Prosesi pra pernikahan tersebut diantaranya pengajian, siraman dan Midodareni.

Acara pra pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi diadakan pada Kamis, 14 Juli 2022. Melansir liputan6.com bahwa prosesi siraman Via Vallen dan Chevra Yolandi digelar dari pukul 08.00 WIB sampai 11.30 WIB. Durasi waktu yang cukup panjang tentunya ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.  Sedangkan acara pengajian dilakukan sebelum siraman dan midodareni dilakukan pada malam harinya. 

Jika pengajian pada acara pernikahan sudah banyak orang paham dan mengetahui bahwa intinya adalah mengundang orang untuk hadir turut mendoakan agar acara pernikahan mempelai bisa lancar dan sukses, serta keluarga kelak bisa berbahagia sejahtera. Namun belum tentu semua orang tahu apa saja isi kegiatan prosesi siraman.

Prosesi siraman melibatkan beberapa orang dari lingkaran kekeluargaan. Prosesi siraman tokoh sentra yang menjadi pengarah acara adalah juru rias pengantin dan didukung oleh seorang pembawa acara bahasa Jawa atau biasa disebut pranatacara. 

Apa saja sih isi prosesi siraman? Berikut ini penjelasannya.


Ada beberapa tahapan dalam acara siraman. Tahapan tersebut merupakan satu kesatuan dalam acara. Isi dan urutan acara siraman temanten yaitu:
  1. Pasang blekete lan tuwuhan
  2. Sungkeman Calon temanten putri
  3. Ngracik/nyampur toya siraman saking pitung (7) sumber. (Mencampur air dari 7 sumber mata air)
  4. Utusan kintun toya dhumateng kulawarga Calon temanten putra. (Mengirim utusan ke keluarga calon pengantin laki-laki)
  5. Lampahipun siraman (acara siraman)
  6. Bilasan atau pecah pamor (Bersuci atau memecah pamor)
  7. Pagas rikma (Potong rambut)
  8. Gendhongan (Bopongan)
  9. Pagas tumpeng (potong tumpeng) 
  10. Tanem rikma (tanam rambut)
  11. Sade dawet (jualan dawet)
  12. Paring arta asilipun sadeyan dawet (memberikan uang hasil jualan dawet)
  13. Siraman purna (siraman selesai)

PENJELASANNYA DENGAN BAHASA INDONESIA

1. Pasang bleketepe dan tuwuhan.

Pemasangan blekete dan tuwuhan (bleketepe adalah anyaman daun kelapa sedang tuwuhan adalah buah-buahan dan tanaman terpilih sebagai simbol diantaranya kelapa, pisang, padi, tebu dll). Pemasangan dilakukan oleh kedua orang calon pengantin di serambi rumah.

2. Sungkeman Calon pengantin putri. 

Sebelum calon pengantin wanita melakukan siraman, maka ia akan diminta untuk sungkeman terlebih dahulu kepada orang tuanya terutama kepada ibunya. Selama prosesi siraman hingga selesai dipandu oleh juru rias bekerjasama dengan pranatacara.

3. Meracik/mencampur air siraman dari tujuh (7) sumber. 

Sebelum dilaksanakan siraman, sudah disiapkan air yang diambil dari beberapa mata air berbeda. Biasanya dari sendang-sendang air yang ada di daerah sekitar. Namun sumber mata air bisa dari mana saja, bahkan ada yang menggunakan air zamzam sebagai salah satu diantaranya.

4. Mengirim utusan untuk diantar ke keluarga Calon penganten putra. 

Air yang telah dari tujuh sumber mata air tidak digunakan oleh calon pengantin wanita semuanya. Orang tua calon pengantin wanita diminta untuk memberikan beberapa bagian kepada calon pengantin laki-lakinya. Biasanya air akan ditempatkan dalam sebuah wadah semacam kendi kemudian meminta tolong seseorang untuk mengirim ke calon pengantin laki-laki. Prosesi inilah yang disebut mengirim utusan.
5. Jalannya acara siraman. 

Prosesi siraman tidak hanya dilakukan sekedar mandi, namun calon pengantin wanita akan dimandikan atau disiram air secara bergantian oleh orang terpilih. Diantaranya adalah orang tuanya, kemudian oleh ibu -ibu yang masih memiliki hubungan kerabat namun masih memiliki suami. Orang yang menyirami biasanya berjumlah ganjil.

Gambar dari Instagram/Via Vallen 


6. Bilasan atau pecah pamor. 

Setelah melakukan prosesi siraman, calon pengantin akan melakukan pecah pamor. Pecah pamor ini dilakukan bersama kedua orang tua dengan membanting sebuah kendi berisi air. Sebelum dibanting, calon pengantin wanita akan berwudhu dari air yang ada di kendi, setelah selesai wudhu maka kendi baru dibanting oleh orang tuanya dengan sambil mengucap "aku ora banting anakku Nanging aku banting pamoring anakku". Kendi dibanting ke tanah hingga pecah.

7. Potong rambut. 

Setelah selesai pecah pamor, maka calon pengantin wanita akan dipotong rambutnya. Potong rambut di sini tidaklah untuk membetuk sebuah model rambut tertentu, namun hanya simbolis beberapa helai. Pemotongan dilakukan oleh kedua orang tuanya.

8. Gendhongan
Orang tua (bapak) menggendong ke kamar. Setelah selesai pengantin akan dibopong oleh bapaknya untuk berganti pakaianenuju ke kamar ganti.

9. Potong tumpeng dilanjutkan suap-suapan. 

Setelah selesai berganti pakaian, calon pengantin kemudian akan diajak memotong tumpeng. Potong tumpeng bersama kedua orang tuanya dan lalu ia menyuapi dengan potongan tumpengnya. acara ini masih dipandu oleh juru rias dan pranatacara.

10. Tanam rambut. 

Orang tua akan mengubur potongan rambut dari calon pengantin wanita. Penanaman biasanya di dekat pintu, bawah pohon atau sekiranya aman dan masih di sekitar rumah yang masih terdapat tanah yang mudah digali.

Gambar dari Instagram/Via Vallen 


11. Jualan dawet. 

Jualan dawet merupakan acara yang paling ditunggu oleh para pengunjung yang turut menyaksikan. Orang tua calon pengantin akan mengambil dawet dari dalam rumah. Sang Ibu akan menggendong di sebuah keranjang dan bapak akan memayungi saat berjalan menuju tempat berjualan. Ini merupakan simbol bentuk kerjasama orang tua dalam mencari penghidupan. 

Pengunjung dipersilahkan membeli dawet namun tidak menggunakan uang sungguhan. 
Uang yang digunakan merupakan uang koin yang terbuat dari pecahan genting tanah liat. Di sini biasanya akan saling berebut karena dawet laris dan bisa cepat habis sehingga kadang banyak yang tidak kebagian.

12.Memberikan hasil jualan dawet oleh orang tua ke pengantin putri. 

Setelah selesai acara jualan dawet, maka hasil penjualan akan dihitung dan kemudian diserahkan kepada calon pengantin wanita. 

Gambar dari Instagram/Via Vallen 



13. Acara siraman selesai. 

Acara siraman selesai biasanya diakhiri dengan makan bersama seluruh keluarga yang hadir di acara siraman tersebut.
Diatas merupakan isi acara pada acara siraman. Adakalanya acara diatas bisa berjalan urut, namun dalam kondisi tertentu acara bisa terbalik-balik sesuai pemahaman dari juru rias.





0 comments

Post a Comment