Via Vallen Nikah Meriah Dengan Adat Jawa. Begini Tatacara Pernikahan Adat Jawa

Gambar dari Instagram/Via Vallen 

Artis dangdut Via Vallen dan Chevra Yolandi mengadakan pesta pernikahan yang sangat meriah. Disadur dari liputan6.com, Pesta pernikahan Via Vallen dan suaminya diadakan secara outdoor sebuah hotel berkelas di Surabaya. Tak tanggung-tanggung, pesta pernikahan digelar 5 hari dan disiarkan secara langsung di sebuah stasiun televisi swasta terkemuka mulai Rabu (13/7/2022).Televisi swasta yang menyiarkan secara eksklusif pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi adalah Indosiar. 

Via Vallen mengawali pesta menjelang pernikahannya dengan mengadakan pengajian di Rabu Sore (14/7/2022), kemudian pagi hari berikutnya mengadakan acara adat. 

Diketahui bahwa pernikahan Via Vallen dan Chevra Yolandi menggunakan konsep pernikahan tradisional. Adat yang digunakan salah satu diantaranya adalah pernikahan adat Jawa. Hal ini wajar karena Via Vallen sendiri berdarah Jawa sehingga menggunakan adat tersebut.

Saling kenal sejak 2016, akhirnya via Vallen resmi menikah dengan Chevra Yolandi dan sah menjadi pasangan suami istri pada Jumat (15/7/2022) dengan menggunakan konsep pernikahan tradisional adat Jawa.

Lalu apa saja ya urutannya ketika orang Jawa akan menikah? Berikut penjelasannya.

1. Melakukan acara dodok Lawang

Istilah dodok Lawang sendiri bisa berbeda pada setiap daerah. Namun pada intinya sama yaitu pihak keluarga lelaki akan datang ke keluarga pihak perempuan untuk menanyakan apakah benar anak gadis yang bernama si A adalah anaknya dan belum ada yang memiliki, jika masih single maka akan ditanyakan apakah boleh dinikahi oleh si laki-laki. Jika tahap ini pihak perempuan membenarkan dan mengiyakan bila belum ada yang memiliki dan mengiyakan, maka proses akan masuk ke tahap lamaran. Pada tahap ini umumnya hanya utusan dari keluarga laki-laki tertentu saja sebagai delegasi.

2. Lamaran/tunangan

Pada tahap ini mempelai perempuan akan didatangi lagi oleh pihak laki-laki namun dengan rombongan yang lebih banyak. Rombongan akan membawa beberapa macam oleh-oleh sebagai buah tangan. Pada tahap ini akan diadakan pula acara seremonial diantaranya pasrah tampi lamaran, dimana seorang duta atau juru bicara dari pihak laki-laki akan menyampaikan maksud dan tujuannya beserta rombongan, kemudian juru bicara dari pihak perempuan akan menerima dan memberikan jawaban. 

Pada umumnya, saat acara lamaran juga akan diadakan acara tukar cincin oleh kedua calon mempelai. Selain itu, pada kesempatan ini juga ditentukan kapan hari baik dilangsungkan pernikahan.

3. Siraman

Acara siraman diadakan sehari sebelum hari akad. Pada acara siraman, calon pengantin perempuan akan mandi dengan air dari tujuh sumber mata air berbeda. Tujuh sumber mata air ini akan dijadikan satu dan ditaburi dengan bunga. Setelah tercampur, lalu sebagai kecil akan disisihkan untuk dikirim ke calon mempelai laki-laki.

Dalam hari ritual siraman ini ada beberapa rangkaian acara, diantaranya sebelumnya kedua orang tua calon mempelai pengantin perempuan akan memasang bleketepe dan tuwuhan di teras rumah. Setelah itu, dilanjutkan dengan sungkeman oleh calon mempelai perempuan. Kemudian  dilanjutkan ritual siraman yang biasanya dipandu oleh juru rias dan bekerja sama dengan pranatacara.

Dalam prosesi siraman, calon pengantin perempuan tidak hanya mandi, namun ada beberapa ritual lain seperti pecah pamor yaitu memecah kendi, potong rambut, tanem rikma (menanam rambut), jualan dawet dan lalu makan bersama.

Baca juga: Via Vallen Siraman. Memangnya Apa Saja Sih Isi Prosesi Siraman?

4. Midodaren

Acara midodaren diadakan dalam satu hari yang sama dengan siraman. Jika siraman dilaksanakan pada waktu siang menjelang sore, maka Midodareni dilakukan waktu malamnya.

Midodaren atau Midodareni ini pengantin perempuan akan dipingit disebuah kamar dimana pengantin laki-laki dilarang untuk melihat. Kemudian disitu akan ada ritual tilik nitik untuk memastikan keteguhan hati perempuan apakah sudah siap dengan pernikahannya esok hari.


Gambar dari Instagram/Via Vallen 


5. Akad nikah

Akad nikah disini merujuk pada akad secara agama dan tercatat oleh petugas dari kantor urusan agama. Dalam akad ini mempelai akad disatukan secara agama dan Sah secara resmi diakui oleh negara sebagai pasangan suami istri. 

6. Prosesi adat

Prosesi adat dalam pernikahan adat Jawa terdapat beberapa ritual, diantaranya:

  • a. Pasrah tampi

Pasrah tampi adalah dimana pihak lelaki akan memasrahkan calon mempelai laki-laki kepada pihak keluarga mempelai perempuan agar dipertemukan dengan mempelai perempuan.

  • b.Temon

Acara Temon ini merupakan ritual dipertemukannya kedua mempelai. Pada tahapan ini terdapat ritual seperti Balangan gantal, nginjak tigan (menginjak telur), wijikan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan sinduran. Sinduran adalah ritual dimana orangtua mempelai perempuan mengantarkan kedua mempelai ke kursi pelaminan. Setelah sampai di kursi pelaminan maka dilanjutkan dengan acara Krobongan. Dalam acara krobongan terdapat beberapa ritual diantaranya sungkeman Meminta restu kedua orangtua dan serta masih ada beberapa ritual lainnya.

7. Ngunduh mantu.

Ngunduh mantu merupakan anjangsana besan yaitu pihak keluarga mempelai perempuan akan gantian berkunjung untuk silaturahmi ke keluarga mempelai laki-laki. Namun di sini tidak hanya berkunjung, namun pihak perempuan juga akan menyerahkan kedua mempelai kepada keluarga pihak laki-laki. Dalam kesempatan biasanya akan diadakan acara pasrah tampi yang dilakukan oleh juru bicara perwakilan keluarga masing-masing.


0 comments

Post a Comment