Bengkak kemerahan karena Erysipelas dan Selulitis

Tangan yang terkena erysipelas dan selulitis.


Bisa dipastikan hampir setiap orang tidak ingin sakit. Baik sakit bagian luar tubuh apalagi bagian dalam tubuh. Bila ditanya siapapun umumnya tidak akan memilih salah satunya. Namun bila penyakit datang sendiri ke bagian tubuh apalah daya, itulah yang harus dihadapi. 

Beberapa hari ini saya sedang berjibaku dengan masalah kulit yang oleh dokter disebut erysipelas atau selulitis. Saya yang awam mengenai inipun bertanya-tanya dan segera mencari lebih jauh mengenai kedua hal tersebut. Dari berbagai sumber akhirnya bisa saya pahami setidaknya bisa membedakan apa itu erysipelas dan apa itu selulitis.

Erisipelas itu apa?

Erisipelas atau erysipelas merupakan masalah kulit bagian lapisan tengah (disebut lapisan dermis) yang terinfeksi. Bakteri  Streptococcus menjadi penyebab yang paling sering menyerang. Tidak hanya pada kulit lapisan tengah, bakteri jenis ini juga bisa menyerang pada saluran getah bening (alodokter.com)

Erysipelas bisa menyerang bagian tubuh manapun. Namun seringnya menyerang daerah wajah, kaki dan lengan. Seperti yang saya alami di saat saya menulis artikel ini. Area lengan tangan hingga siku juga mengalami bengkak hingga merah kehitaman di bagian tertentu. Jika dipegang akan terasa hangat, tetapi hanya akan terasa sakit bila bagian yang bengkak ditekan.

Selain pembengkakan, jika tidak segera tertangani akan ada bagian kulit yang menghitam dan lama-lama menipis ( berlapis/mbesisik jaringan kulit lepas karena mati).

Infeksi kulit erysipelas bukanlah penyakit menular. Tidak seperti masalah kulit yang disebabkan jamur kulit seperti panu, kadas kurap atau eksim. Erysipelas tidak menular karena menginfeksi di kulit bagian tengah. 

Selulitis itu apa?

Selulitis merupakan suatu gangguan kulit akibat bakteri yang menyerang kulit bagian dalam. Bakteri penyebab infeksi umumnya adalah bakteri  Streptococcus. Bakteri ini akan sangat mudah masuk apabila seseorang memiliki luka di kulit.

Kulit seseorang yang mempunyai gangguan selulitis bisa mengalami kemerahan, bengkak, melepuh, dan bila ditekan akan terasa nyeri. Selulitis bisa menyerang segala usia dan paling sering menyerang area kulit tungkai, wajah, lengan, mata, dan bagian perut.

Erysipelas dan selulitis memiliki kemiripan. Penyakit kulit ini juga bisa terjadi bersamaan (alodokter.com). Orang yang mengalami erysipelas juga bisa terkena selulitis. Sebagaimana yang sedang saya alami saat artikel ini dibuat. Bagian lengan selulitis, dan menjalar hingga ke siku menjadi erysipelas (menyerang lapisan kulit bagian tengah). 

Berapa lama sembuh selulitis?

Dirangkum dari beberapa sumber, selulitis dan erysipelas bila mendapat penanganan yang baik bisa sembuh total setelah 7 sampai 10 hari setelah pemberian antibiotik. Kondisi stamina tubuh seseorang juga mempengaruhi proses kesembuhan. Semakin fit dan bagus daya tahan tubuh, semakin cepat pula pemulihannya.

Pembengkakan di tangan yang saya alami juga demikian, butuh waktu lebih dari 7 hari untuk bisa kempes. Selulitis bisa menjadikan area yang terinfeksi bernanah. Pemberian antibiotik umumnya masih diperlukan beberapa waktu lagi meski gejala sudah tidak dirasakan.

Selulitis harus ke dokter spesialis apa?

Orang yang mengalami erysipelas maupun selulitis, mungkin awalnya belum tahu sebaiknya harus periksa ke dokter apa. Mereka bisa saja pergi ke dokter keluarga praktek umum yang menjadi fasilitas kesehatannya. Baik erysipelas maupun selulitis merupakan gangguan kulit, sehingga periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin merupakan pilihan yang tepat. 

Berdasar pengalaman, masalah kulit erysipelas maupun selulitis tidak dicover BPJS. Hal tersebut disampaikan oleh dokter keluarga saya yang menyatakan rumah sakit rujukan tidak meng-cover biaya masalah kulit tersebut. Maka bagi pemegang BPJS tentunya harus bersiap dana untuk biaya pengobatannya di dokter kulit dan kelamin yang dituju. 

0 comments

Post a Comment