Erysipelas, Masalah Kulit dan Cara Mengatasinya



Mempunyai masalah kulit memang sangat mengganggu. Baik masalah karena jamur seperti panu kadas kurap maupun masalah kulit karena luka. Kedua jenis penyakit kulit tersebut memang yang paling sering terjadi. 

Kulit sebagai lapisan tubuh terluar memang cukup rawan terpapar oleh berbagai macam jamur atau benturan. Bila salah satu hal tersebut datang menyerang kulit, bisa menjadi gangguan dalam beraktivitas.

Masalah kulit lain yang mungkin saja menyerang seseorang di antaranya adalah Erysipelas. Erysipelas merupakan gangguan kulit yang sebabkan oleh jenis bakteri tertentu. Kulit yang terkena erysipelas di antaranya ditandai dengan munculnya area kemerahan yang mengilap memiliki batas yang jelas.

Selain itu, bagian yang terkena erysipelas bila disentuh akan hangat dan nyeri. Untuk kasus tertentu kulit juga lecet yang terlihat menyerupai kulit jeruk, pada kasus yang parah area yang kemerahan akan berubah warna menjadi ungu atau hitam.

Apa sih erysipelas?

Erysipelas adalah masalah lapisan atas kulit atas yang terinfeksi bakteri pada jaringan lunaknya. Kulit yang terserang erysipelas adalah lapisan kulit bagian tengah (lapisan dermis) dan saluran getah bening di kulit. Adapaun bakteri yang menginfeksi ini adalah bakteri Staphylococcus aureus, termasuk strain resistant methicillin (MRSA), Streptococcus pneumoniae, Klebsiella pneumoniae, Yersinia enterocolitica, dan Haemophilus influenzae (sehatq.com).

Siapa yang bisa terkena Erysipelas?

Erysipelas merupakan infeksi kulit karena bakteri yang bisa menyerang pada semua usia. Baik bayi, remaja maupun orang dewasa sekalipun bisa terserang. Namun yang paling rentan umumnya adalah bayi dan orang dewasa usia di atas 60 tahun.

Erysipelas menyerang tubuh bagian mana?

Erysipelas bisa menyerang bagian tubuh mana saja. Bisa area wajah, lengan tapi bisa juga terjadi di bagian lain, seperti telinga atau kaki bagian bawah. Adapun pada bayi biasanya sering terjadi di daerah perut bagian pusar atau bagian tubuh bayi yang dipasangi popok.

Dikutip dari sehatq.com, gejala awal erysipelas biasanya akan mengalami perasaan tidak enak badan. Selain itu tubuh juga bisa demam tinggi disertai menggigil, terkadang disertai sakit kepala dan mual.

Erysipelas periksa ke dokter apa?

Saat terkena erysipelas memang sebaiknya segera mendapat penanganan. Hal tersebut agar erysipelas tidak semakin meluas dan terkendali. Adapun saat mengalami erysipelas maka dokter yang tepat adalah dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan mendiagnosis penyebab seseorang terkena masalah kukit tersebut. 

Bagaimana cara mengatasi erysipelas?

Berdasar pengamalan, penanganan utama erysipelas adalah menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik ini karena arysipelas merupakan infeksi yang disebabkan bakteri. Pilihan pertama umumnya antibiotik yang berasal dari golongan penisilin. Dalam kondisi tertentu bila pasien alergi terhadap penisilin, dokter biasanya akan memberikan antibiotik dari  golongan sefalosporin. Sedangkan erysipelas yang menyerang bagian wajah  umumnya akan diberikan antibiotik berjenis vankomisin (sehatq.com).

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik minum dalam jangka waktu 7-14 hari. Pada kasus erisipelas yang parah, antibiotik dapat dimasukkan langsung ke dalam kulit melalui infus.Pasien yang mengalami episode erisipelas berulang mungkin memerlukan antibiotik jangka panjang.

Pendukung agar cepat sembuh

Pendukung agar segera sembuh dari erysipelas selain obat-obatan di antaranya dengan istirahat yang cukup dengan meletakkan bagian yang terinfeksi lebih tinggi dari tubuh. Kondisi tubuh yang prima akan mempercepat kesembuhan. Erysipelas sangat erat dengan kondisi tubuh seseorang, semakin bagus imun seseorang akan semakin teratasi pula erysipelasnya. Hindari kain yang ketat pada bagian yang terinfeksi agar terhindar lembab maupun gesekan. Gunakan krim pada bagian kulit yang mengalami pecah-pecah atau bersisik seperti kulit jeruk.

              0 comments

              Post a Comment