10 + Kata Yang Sering digunakan Pranatacara. Nomer 7 Banyak Yang Keliru

arti kata yang sering ada di pranatacara 

Contoh teks pranatacara terbaru.com- Pranatacara merupakan ujung tombak terselenggaranya sebuah acara. Sebagai pengarah kegiatan dia memiliki kewenangan untuk mengarahkan kegiatan yang sedang berlangsung berdasarkan susunan acara. Pranatacara memegang kendali acara dan memastikan bahwa kegiatan bisa terlaksana dengan baik sesuai jadwalnya.

Penguasaan bahasa dan kosakata bagi seorang pranatacara memiliki pengaruh besar dalam tugasnya. Seorang pranatacara yang kaya kosakata tentu akan semakin mudah berekspresi dan makin mendalami perannya. Penguasaan bahasa dan pengetahuan yang luas akan kosakata akan menambah rasa percaya diri. Seorang pranatacara yang percaya diri tentu ketika melaksanakan tugas bisa totalitas dan tampil maksimal. Benefit yang diperoleh tentunya adalah kepercayaan masyarakat untuk menggunakan jasanya semakin tinggi.

Meski telah banyak contoh-contoh teks pranatacara yang bisa didapatkan, namun terkadang akan menemui beberapa kosakata tidak dipahami artinya. Entah karena jarang terdengar atau memang pemahaman yang belum sampai kesana. Kosakata-kosakata ini bisa muncul dalam contoh teks pranatacara atau saat memasrahkan pengantin atau pada saat pambagyoharjo. 

Untuk jelasnya berikut ini contoh kosakata dan penggunaannya.

1. Adat

2. Adat widhiwidana

3. Laladan

Adat mempunyai arti tatacara yang sudah biasa dijalankan. Atau dalam bahasa Jawa tata cara kang wis kalumrah. 

Namun perlu diketahui untuk makna adat Widhiwidana berbeda dengan kata adat saja. Adat widhiwidana mempunyai arti tata cara peparing Gusti Ingkang Linangkung yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebih adalah tatacara yang telah ditetapkan yang bersumber dari Allah SWT. seperti acara akad nikah.

Laladan artinya daerah, wilayah. Bila dalam percakapan bahasa Jawa Contohnya " Badhe nyuwun pirsa, menika laladan pundi nggih?" (Mau bertanya, ini daerah mana ya?) Sedangkan contohnya dalam kepranatacaraan adalah acara pasrah calon pengantin. Berikut ini contoh teksnya:

"Hambok bilih sampun dumugi titiwancinipun, Mugi kepareng Dimas Bagus...(nama calon pengantin laki-laki) kaijabaken Atut adat widiwidhana saha kapanggihaken kalian nimas ayu...(nama calon pengantin perempuan) miturut gegebanganipun lan satataning adat ingkang taksih lumampah wonten ing laladan ngriki."

Artinya:

Apabila telah tiba waktunya, berkenan Dimas Bagus..( nama calon pengantin laki-laki) diijabkan dan dipertemukan (dalam acara panggih) menurut agama dan adat yang masih berjalan di daerah sini.

4. Amit

5. Aliman

6. Waskitha / Kawaskithan.

Amit mempunyai arti Kula Nuwun, nyuwun pangapunten, nuwun Sewu, yang digunakan untuk meminta ijin atau permisi, atau diucapkan bila merasa akan berbuat yang kurang sopan.

Aliman artinya adalah Maha Wikan yaitu maha mengetahui, weruh sadurunge atau melihat sebelumnya.

Waskitha diartikan pintar dan bijaksana, namun ada juga yang mengartikan waspada. Sedangkan Kawaskithan berarti kepintaran dan kebijaksanaan.

kata-kata di atas penggunaannya ada yang disambung, sebagaimana kata "Amit pasang aliman tabe (tabik) yang artinya nyuwun Sewu amatur salam pakurmatan; kula nuwun aja dadi atimu yen aku ngendhih ing kawaskithan (sira Kabeh). 

Penerapan dalam kepranatacaraan diantaranya dalam acara pembukaan acara ketika pranatacara akan membacakan susunan acara, sebagaimana berikut ini contoh teks.nya:

"Amit pasang aliman tabik, mugi tinebihna ing iladuni myang tulak sarik, dene kawula cumanthaka marak mangarsa hanggempil kamardikan panjenengan ingkang katemben wawan pangandikan, inggih awratipun hamestuti jejibahan luhur kula piniji minangka duta saraya sulih sarira saking panjenenganipun Bp..... sekalian.

Artinya kurang lebih sebagai berikut:

Permisi, semoga saya dijauhkan dari segala bala' karena saya telah berani mengganggu anda semua yang sedang asyik berbincang, hal ini karena menjalankan tugas mulia, saya yang ditunjuk sebagai wakil dari Bapak....dan istri.


7. Nuwun sewu 

8. Asung

9. Pralampita

10. Bombong

Nuwun sewu banyak yang keliru dalam pengucapan maupun penulisan. Nuwun artinya adalah sembah, Sewu artinya seribu. Nuwun Sewu penggunaan adalah untuk meminta ijin atau permisi. Orang Jawa biasanya akan menggunakan kosakata tersebut bila ingin memulai berbicara atau menginterupsi pembicaraan. 

Nuwun Sewu juga sering digunakan dalam kepranatacaraan semisal akan memulai acara. Contoh" Nuwun sewu para tamu kakung miwah putri ingkang winengku ing kabagyan, Mugi kepareng lenggah sawetawis Awit adicara Badhe Enggal dipun wiwiti "

Artinya.

Hadirin sekalian yang berbahagia, berkenan duduk sejenak karena acara akan segera dimulai.

Asung artinya menehi atau bahasa Indonesia memberi. Penggunaan kata asung sering digunakan saat memandu acara panggih pengantin. 

Pralampita artinya adalah tanda atau simbol. Penggunaannya biasanya bergandengan dengan asung sehingga terdengar sangat selaras. contoh penggunaannya adalah sebagai berikutnya "Kawistara sampun medhal saking tepas wangi tumuju salebeting pahargyan. Menika asung pralampita bilih adicara Panggih inggal Badhe dipun wiwiti."

Artinya:

Terlihat sudah keluar dari kamar rias masuk ke arena pesta, itu memberi tanda bahwa acara panggih pengantin akan segera dimulai."

Bombong mempunyai arti bangga, besar hati. Penggunaannya dalam kepranatacaraan biasanya saat pambagyaharja, dimana juru bicara mewakili tuan rumah memberikan sambutan.

Contoh teks sebagai berikut:

"Bapak...(nama tuan rumah) sakjroning manah rumaos bombong sanget Awit karawuhan panjenengan sami, Pramila bapak.. ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa pepindhan...

Artinya:

Bapak...(nama tuan rumah) di dalam hati sangat merasa bangga atas kehadiran bapak ibu sekalian, maka dari itu bapak...mengucapkan terima kasih yang tak tergambarkan/beribu terima kasih/terimakasih yang sebesar-besarnya.

Kata lain yang sering muncul dan perlu diketahui artinya dibawah ini:

Amparan artinya adalah dhampar atau kursi

Anoraga artinya adalah andhap asor, ngasorake awak atau merendahkan hati.(beda dengan rendah diri)

Antiga artinya adalah endhog atau telur

Asta artinya adalah tangan

Astuti artinya adalah sembah, Bekti, nyembah.

Baca Juga: Sekolah Pranatacara  

Demikian arti kata bahasa Jawa yang perlu diketahui. Masih ada artikel terkait yang di-posting berikutnya. Semoga membantu.




0 comments

Post a Comment